KOTAMOBAGU - Suasana berbeda terasa di Rumah Tahanan Polres Kotamobagu pada Rabu (11/3/2026). Di balik jeruji besi yang biasanya identik dengan sunyi dan penyesalan, sore itu hadir kehangatan, kebersamaan, dan secercah harapan.
Momentum tersebut tercipta saat Kapolres Kotamobagu AKBP Irwanto, SIK, MH menggelar kegiatan buka puasa bersama para tahanan melalui program inovasi MOTABI (Motivasi, Tatar, Bina).
Program yang digagas sebagai bentuk pembinaan humanis ini tidak hanya menyentuh masyarakat luas, tetapi juga menjangkau mereka yang tengah menjalani proses hukum. Ramadan pun dijadikan momen untuk menanamkan kembali nilai spiritual dan harapan baru bagi para warga binaan.
Kegiatan diawali dengan ceramah singkat atau kultum menjelang waktu berbuka puasa. Dalam suasana yang khusyuk, para tahanan mendengarkan pesan-pesan keagamaan yang mengajak mereka menjadikan Ramadan sebagai waktu terbaik untuk introspeksi diri, memperbaiki kesalahan masa lalu, serta membangun tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Kapolres Kotamobagu AKBP Irwanto dalam sambutannya menyampaikan pesan yang sarat makna tentang kesempatan kedua dalam kehidupan. Ia menegaskan bahwa setiap manusia tidak luput dari kesalahan, namun yang membedakan adalah kesungguhan untuk berubah.
“Orang yang baik di mata Allah adalah orang yang pernah berbuat salah, tetapi memiliki kesadaran untuk bertobat dan berkomitmen menjadi pribadi yang lebih baik di masa mendatang,” ujar Kapolres di hadapan para warga binaan.
Ketika adzan Magrib berkumandang, suasana kebersamaan semakin terasa. Kapolres bersama Wakapolres dan para pejabat utama Polres Kotamobagu duduk bersama para tahanan untuk berbuka puasa. Tanpa sekat, mereka menikmati hidangan sederhana dalam suasana hangat yang sarat nilai kemanusiaan.
Momen tersebut menjadi simbol bahwa pembinaan tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum semata, tetapi juga melalui pendekatan kemanusiaan dan spiritual yang mampu menyentuh hati.
Melalui program MOTABI, Polres Kotamobagu ingin menghadirkan wajah kepolisian yang tidak hanya tegas dalam penegakan hukum, tetapi juga peduli terhadap proses perubahan setiap individu.
Harapannya, nilai-nilai kebersamaan, motivasi, dan pembinaan moral yang ditanamkan dalam kegiatan ini dapat menjadi bekal bagi para warga binaan ketika kembali ke tengah masyarakat, dengan semangat baru untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. (Syil)


