(ist)
Manado - Atmosfer demokrasi organisasi pers memanas. Sebanyak 297 jurnalis di Sulawesi Utara hari ini, 31 Maret 2026, dijadwalkan mengikuti pemilihan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulut yang akan digelar di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado.
Pemilihan ini menjadi momentum penting dalam menentukan arah kepemimpinan PWI Sulut periode mendatang, sekaligus menguji soliditas dan kedewasaan demokrasi di kalangan insan pers.
Empat nama resmi telah mendaftar sebagai calon Ketua PWI Sulut, yakni Jhon W Paransi, Faruk Langaru, Dr. Merson Simbolon, dan Sintya NC Bojoh. Keempat kandidat tersebut membawa visi dan strategi masing-masing untuk memperkuat organisasi serta meningkatkan profesionalisme wartawan di daerah.
Tak hanya itu, pemilihan juga akan menentukan jajaran Dewan Kehormatan (DK) PWI Sulut periode 2026–2031. Tiga kandidat yang telah mendaftar untuk posisi tersebut adalah Satrin Lasena, Fernando Adam, dan Raymon Wowor.
Panitia pelaksana memastikan seluruh proses pemilihan berlangsung secara transparan, demokratis, dan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik. Para pemilih yang terdiri dari jurnalis anggota PWI diharapkan menggunakan hak suaranya secara bijak demi kemajuan organisasi.
Seluruh insan pers yang terdaftar sebagai anggota PWI Sulut juga diajak untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan konferensi yang digelar pada 31 Maret 2026 ini. Partisipasi penuh dinilai menjadi kunci keberhasilan agenda penting tersebut.
Pelaksanaan pemilihan di Pemkot Manado menambah nuansa strategis, mengingat pentingnya sinergi antara insan pers dan pemerintah daerah dalam membangun keterbukaan informasi publik.
Kini, harapan tertuju pada hasil pemilihan hari ini. Sosok yang terpilih diharapkan mampu menjaga independensi pers, memperkuat solidaritas organisasi, serta memperjuangkan kesejahteraan wartawan di Bumi Nyiur Melambai.


