Iklan

Iklan

Iklan

Iklan
Tahun Baru Imlek

Iklan

Saat Orang Lain Terlelap di Hari Raya, Prof. Starry Memilih Tetap Menyala di IGD Kandou

Swara Manado News
Selasa, 24 Maret 2026, 14:22 WIB Last Updated 2026-03-24T06:24:06Z


Manado -
 Di saat gema takbir mereda dan jalanan mulai lengang karena sebagian besar warga memilih pulang kampung, suasana berbeda justru terasa di Instalasi Gawat Darurat . Tempat ini tetap hidup—denyutnya tak pernah berhenti, bahkan di Hari Raya Idul Fitri.

Selasa (24/3/2026), di tengah momen kebersamaan yang identik dengan keluarga, Direktur Utama memilih jalan berbeda. Ia tidak berada di ruang tamu, tidak pula menikmati hangatnya pulang kampung. Langkahnya justru mengarah ke lorong IGD—ruang di mana waktu terasa lebih cepat dan setiap detik bisa menjadi penentu harapan.

Dengan langkah tenang namun penuh arti, Prof. Starry menyusuri setiap sudut pelayanan. Ia hadir bukan sekadar sebagai pemimpin, melainkan sebagai bagian dari denyut kemanusiaan yang terus bekerja tanpa jeda. Di tengah hiruk-pikuk tenaga medis, ia menyapa satu per satu, memberi semangat di hari yang bagi banyak orang adalah waktu beristirahat.

“Sehat-sehat selalu for torang samua dan tetap semangat dalam pelayanan,” ucapnya hangat, sederhana namun menguatkan.

Sesekali ia berhenti, memastikan pasien mendapat penanganan cepat dan tepat. Tidak ada ruang untuk kompromi, bahkan di hari besar. Baginya, pelayanan kesehatan adalah panggilan yang tak mengenal tanggal merah.

“Pelayanan kesehatan tidak mengenal hari libur. Kami pastikan seluruh tim tetap siap melayani masyarakat,” ujarnya singkat, namun sarat makna.

Di IGD, Idul Fitri hadir dalam wajah yang berbeda. Tak ada meja penuh hidangan atau tawa panjang keluarga. Yang ada adalah perjuangan antara sakit dan sembuh, antara kecemasan dan harapan. Namun justru di ruang inilah, nilai kemanusiaan terasa paling nyata.

Kehadiran Prof. Starry menjadi energi tersendiri bagi para tenaga medis. Di balik kelelahan yang mereka rasakan, ada sosok pemimpin yang hadir langsung, memberi teladan bahwa pengabdian bukan sekadar kata.

Apresiasi pun mengalir. Ketua Ormas Brigade Manguni Kota Manado menilai komitmen tersebut sebagai bukti nyata bahwa pelayanan publik, khususnya kesehatan, tidak boleh berhenti dalam kondisi apa pun.

Idul Fitri memang tentang kembali ke fitrah. Namun di IGD Kandou, makna itu menjelma dalam bentuk lain—ketulusan untuk tetap melayani saat dunia di luar memilih berhenti sejenak.

Di antara bunyi alat medis, langkah cepat perawat, dan harapan yang menggantung di setiap sudut ruangan, satu hal tetap menyala tanpa pernah redup: pengabdian.

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Saat Orang Lain Terlelap di Hari Raya, Prof. Starry Memilih Tetap Menyala di IGD Kandou

Terkini

Iklan