MANADO – Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, menyampaikan peringatan tegas terkait pelaksanaan kegiatan pemerintahan, termasuk peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda), agar tidak dilakukan secara berlebihan dan seremonial semata.
Dalam sambutannya, Gubernur menekankan pentingnya prinsip efisiensi dan penghematan anggaran sebagaimana arahan Presiden Republik Indonesia. Ia mengingatkan seluruh jajaran pemerintah daerah untuk lebih bijak dalam menggunakan anggaran, terutama di tengah tuntutan peningkatan pelayanan publik.
“Seluruh pemerintah daerah diharapkan menyelenggarakan kegiatan secara sederhana, tidak berlebihan, dan tidak bersifat seremonial semata,” tegas Selvanus.
Lebih lanjut, ia menekankan empat poin penting yang wajib menjadi pedoman. Pertama, setiap kegiatan harus dilaksanakan secara efisien tanpa mengurangi makna dan tujuan. Kedua, optimalisasi penggunaan sumber daya harus dilakukan dengan mengedepankan efektivitas dan manfaat nyata.
Ketiga, setiap rupiah anggaran yang digunakan harus memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Dan keempat, pemerintah daerah diminta menghindari segala bentuk pemborosan yang tidak berdampak langsung terhadap pelayanan publik maupun kesejahteraan rakyat.
Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa era kegiatan seremonial berbiaya besar mulai ditinggalkan. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara kini mendorong perubahan pola kerja yang lebih fokus pada hasil dan manfaat langsung bagi masyarakat.
Langkah tegas ini pun diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik serta memastikan bahwa setiap program pemerintah benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat di lapangan.


