Manado - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menunjukkan keseriusan mendorong kebangkitan ekonomi daerah melalui kolaborasi strategis dengan pengusaha muda. Hal itu terlihat saat Gubernur Sulut, Yulius Selvanus, mendampingi Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, dalam pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklatda) serta Forum Bisnis Daerah (Forbisda) HIPMI Sulut, Jumat (1/5/2026).
Kegiatan yang digelar di Swiss-Belhotel Manado ini menjadi titik temu penting antara pemerintah dan kalangan pengusaha muda dalam merumuskan arah pembangunan ekonomi berbasis kewirausahaan dan hilirisasi sektor pertanian.
Dalam agenda tersebut, Mentan Amran menegaskan bahwa sinergi dengan HIPMI bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari strategi besar pemerintah untuk mempercepat hilirisasi pertanian yang bernilai tambah tinggi. Ia menilai peran pengusaha muda sangat krusial dalam mengolah potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi baru.
Gubernur Yulius Selvanus, di sisi lain, menekankan pentingnya kesiapan generasi muda dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan. Menurutnya, forum seperti ini harus mampu melahirkan pengusaha yang tidak hanya adaptif, tetapi juga inovatif dan berorientasi pada keberlanjutan.
“Sulawesi Utara memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perikanan. Tinggal bagaimana kita dorong anak-anak muda untuk masuk, mengelola, dan mengembangkan potensi tersebut secara modern,” menjadi penekanan arah kebijakan yang disampaikan dalam forum tersebut.
Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay, Wali Kota Manado Andrei Angouw, serta Wasekjen HIPMI Pusat Sucianti Suaib Saenong. Kehadiran para pemangku kepentingan ini memperkuat pesan bahwa akselerasi ekonomi daerah membutuhkan kerja kolektif lintas sektor.
Pembukaan Rakerda ditandai dengan pemukulan gong, simbol dimulainya rangkaian kegiatan strategis HIPMI Sulut. Namun lebih dari sekadar seremoni, forum ini diharapkan menghasilkan langkah konkret mulai dari penguatan kapasitas pengusaha muda hingga penciptaan peluang bisnis baru berbasis potensi lokal.
Dengan dorongan langsung dari pemerintah pusat dan daerah, HIPMI Sulut kini berada di persimpangan penting: menjadi motor penggerak ekonomi baru atau sekadar forum diskusi tanpa dampak nyata. Semua mata kini tertuju pada sejauh mana hasil forum ini mampu diterjemahkan menjadi aksi di lapangan.


