Manado - Angin segar bagi sektor pertanian Sulawesi Utara (Sulut). Di bawah kepemimpinan Yulius Selvanus SE, provinsi ini dipastikan mendapat alokasi bantuan bibit untuk pengembangan lahan seluas 15.000 hektare dari pemerintah pusat.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari program strategis nasional dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendorong produktivitas pertanian di daerah. Gubernur Yulius menegaskan, dukungan ini akan dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat posisi Sulut sebagai salah satu lumbung pangan di kawasan timur Indonesia.
“Ini bukan sekadar bantuan, tapi peluang besar untuk mendorong kebangkitan sektor pertanian Sulut. Kita akan pastikan distribusi bibit tepat sasaran dan benar-benar dirasakan petani,” tegas Yulius dalam keterangannya.
Program bantuan bibit ini direncanakan menyasar berbagai komoditas unggulan, mulai dari padi, jagung hingga hortikultura, yang selama ini menjadi andalan petani lokal. Pemerintah Provinsi Sulut juga akan menggandeng kabupaten/kota untuk memastikan pengawasan distribusi berjalan transparan dan akuntabel.
Sejumlah petani di wilayah Minahasa dan Bolaang Mongondow menyambut positif kabar tersebut. Mereka berharap bantuan ini tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga mampu menekan biaya produksi yang selama ini menjadi kendala utama.
Selain itu, Pemprov Sulut tengah menyiapkan langkah pendampingan berupa pelatihan dan penyuluhan agar penggunaan bibit unggul dapat memberikan hasil optimal. Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, sektor pertanian Sulut diyakini akan mengalami lonjakan signifikan dalam waktu dekat.
Langkah ini sekaligus menjadi bukti bahwa di bawah komando Gubernur Yulius Selvanus, Sulawesi Utara terus mendapat perhatian serius dari pusatmembuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan.


