Iklan

KEK Bitung Dipacu Jadi Mesin Ekonomi, Tapi Siapa yang Benar-Benar Diuntungkan?

Swara Manado News
Jumat, 01 Mei 2026, 07:32 WIB Last Updated 2026-04-30T23:32:48Z


Bitung. Sulawesi Utara - Kunjungan Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, ke Kawasan Ekonomi Khusus Bitung pada Kamis (30/4/2026) tak sekadar menegaskan ambisi besar pemerintah dalam mendorong investasi dan hilirisasi industri. Di balik optimisme yang digaungkan, muncul pertanyaan mendasar: apakah geliat pembangunan ini benar-benar akan berdampak merata bagi masyarakat lokal?


Dalam peninjauan tersebut, Gubernur menekankan pentingnya konektivitas antara KEK Bitung dengan Pelabuhan Internasional Bitung dan Jalan Tol Manado–Bitung. Integrasi ini disebut sebagai kunci untuk menekan biaya logistik dan meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global.


Namun di sisi lain, sejumlah pengamat menilai bahwa narasi “penurunan biaya logistik” dan “daya saing global” seringkali lebih menguntungkan investor besar dibanding pelaku usaha kecil. Tanpa kebijakan afirmatif yang kuat, UMKM lokal berisiko hanya menjadi penonton di tengah derasnya arus investasi.


Gubernur Yulius juga menyampaikan optimisme bahwa KEK Bitung mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal. Meski demikian, persoalan klasik seperti kualitas SDM, kesesuaian keterampilan, hingga potensi dominasi tenaga kerja dari luar daerah masih menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya terjawab.


Komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk mengawal investasi demi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pun mendapat sorotan. Transparansi dalam proses investasi, pengawasan terhadap pengelolaan lahan, hingga potensi kebocoran pendapatan menjadi isu krusial yang tidak bisa diabaikan.


Kunjungan ini turut didampingi oleh sejumlah pejabat, termasuk Kepala Bappeda Elvira Katuuk dan Kepala Dinas PUPR Deicy Paat. Kehadiran mereka menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar agenda simbolik, melainkan bagian dari strategi besar pembangunan daerah.


Meski demikian, publik kini menunggu lebih dari sekadar janji dan optimisme. KEK Bitung diharapkan tidak hanya menjadi etalase investasi, tetapi benar-benar menjadi lokomotif ekonomi yang inklusif bukan hanya menguntungkan segelintir pihak, melainkan membawa dampak nyata bagi masyarakat Sulawesi Utara secara luas.

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • KEK Bitung Dipacu Jadi Mesin Ekonomi, Tapi Siapa yang Benar-Benar Diuntungkan?

Terkini

Iklan