MINAHASA – Komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan sumber daya manusia kembali ditegaskan melalui kunjungan kerja Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, S.T., M.A., M.B.A., ke lokasi pembangunan SMA Taruna Nusantara Langowan di Desa Koyawas, Kecamatan Langowan Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Sabtu (27/6/2026).
Kehadiran Menteri Luar Negeri di lokasi proyek strategis pendidikan nasional tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah pusat memberi perhatian serius terhadap percepatan pembangunan sekolah unggulan yang diproyeksikan menjadi pusat pembinaan generasi muda berkarakter, disiplin, dan berdaya saing tinggi.
Sugiono tiba di lokasi sekitar pukul 09.28 WITA dan langsung melakukan peninjauan di sejumlah titik pembangunan. Dalam agenda tersebut, Menlu RI didampingi Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol. Dr. Roycke Harry Langie, S.I.K., M.H., Kapolres Minahasa AKBP Steven J.R. Simbar, S.I.K., Danlanudal Manado Letkol Laut Ahmat Sen Sagupta, Wakapolres Minahasa Kompol Djhonny Rumate, S.Sos., M.AP., Wakil Wali Kota Tomohon Sendy Gladys Adolfina Rumajar, S.E., M.I.Kom., jajaran TNI-Polri, pemerintah daerah, pihak Lembaga Pendidikan SMA Taruna Nusantara, hingga kontraktor pelaksana proyek.
Dalam peninjauan itu, Menteri Luar Negeri menerima pemaparan langsung dari pihak pelaksana proyek terkait perkembangan pembangunan, capaian pekerjaan, hingga target penyelesaian konstruksi. Evaluasi dilakukan guna memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai perencanaan serta memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan.
Pemerintah menekankan bahwa pembangunan SMA Taruna Nusantara Langowan bukan sekadar pembangunan fisik semata, melainkan investasi jangka panjang dalam mencetak generasi penerus bangsa yang unggul secara intelektual, mental, dan kepemimpinan.
Selain memantau progres konstruksi, Sugiono juga memberikan arahan kepada para pamong dan pengasuh SMA Taruna Nusantara. Ia menegaskan pentingnya membangun sistem pendidikan yang mampu melahirkan peserta didik berkarakter kuat, berintegritas, memiliki jiwa nasionalisme, serta mampu menjawab tantangan global di masa depan.
Arahan tersebut dinilai penting mengingat SMA Taruna Nusantara selama ini dikenal sebagai lembaga pendidikan yang menanamkan disiplin, kepemimpinan, dan wawasan kebangsaan kepada para siswanya.
Kunjungan kerja berakhir sekitar pukul 11.55 WITA dengan sesi foto bersama seluruh peserta kegiatan sebelum Menteri Luar Negeri beserta rombongan meninggalkan lokasi pembangunan.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif berkat pengamanan terpadu personel TNI dan Polri. Kehadiran Menteri Luar Negeri di lokasi pembangunan SMA Taruna Nusantara Langowan sekaligus menjadi bukti dukungan penuh pemerintah terhadap percepatan penyelesaian proyek pendidikan strategis tersebut.
Masyarakat Sulawesi Utara pun menaruh harapan besar agar SMA Taruna Nusantara Langowan nantinya mampu menjadi pusat pendidikan unggulan di kawasan timur Indonesia dan melahirkan generasi muda yang siap mengabdi bagi bangsa dan negara.







