Manado - Kunjungan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, ke Sulawesi Utara pada Jumat (26/6/2026) menjadi pesan politik dan diplomasi yang kuat: Sulawesi Utara kini semakin dipandang sebagai wilayah strategis Indonesia di kawasan Asia-Pasifik.
Setibanya di Bandara Internasional Sam Ratulangi, Menlu RI disambut langsung Sekretaris Provinsi Sulut, Tahlis Gallang, yang mewakili Pemerintah Provinsi Sulut. Penyambutan berlangsung hangat dan penuh penghormatan, menandai eratnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong percepatan pembangunan kawasan timur Indonesia.
Namun kunjungan tersebut dinilai jauh lebih besar dari sekadar agenda protokoler. Kehadiran Menlu RI di Bumi Nyiur Melambai menjadi penegasan bahwa Sulut memiliki posisi vital dalam peta geopolitik dan ekonomi nasional.
Secara geografis, Sulut berada di jalur strategis Samudra Pasifik dan berbatasan langsung dengan sejumlah negara tetangga. Kondisi ini menjadikan Sulut sebagai salah satu pintu gerbang utama Indonesia menuju kawasan Asia-Pasifik, baik dalam konteks diplomasi, perdagangan internasional, investasi, hingga penguatan hubungan antarnegara.
Pemerintah pusat dinilai mulai memberi perhatian serius terhadap potensi besar Sulut sebagai hub pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia. Sektor perdagangan, perikanan, pariwisata, hingga investasi internasional disebut menjadi kekuatan utama yang terus didorong agar mampu menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
Pemerintah Provinsi Sulut sendiri terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat guna mempercepat pembangunan infrastruktur, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta menciptakan iklim investasi yang kompetitif dan berkelanjutan.
Kunjungan Menlu Sugiono juga dipandang sebagai sinyal strategis bahwa Sulut tetap masuk dalam radar prioritas nasional, khususnya dalam penguatan kerja sama internasional dan pembangunan kawasan perbatasan serta wilayah maritim Indonesia.
Di tengah tekanan geopolitik global dan tantangan ekonomi dunia, kerja sama erat antara pemerintah pusat dan daerah menjadi fondasi penting untuk menjaga stabilitas ekonomi, membuka peluang investasi baru, serta memperluas akses perdagangan internasional.
Pemerintah Sulut optimistis dukungan penuh pemerintah pusat akan semakin mempercepat transformasi daerah menjadi provinsi maju, modern, dan berdaya saing tinggi di kawasan Pasifik.
Kehadiran Menlu RI di Manado pun bukan hanya menjadi agenda seremonial kenegaraan, tetapi simbol kuat bahwa Sulawesi Utara kini diposisikan sebagai “wajah Indonesia” di gerbang Pasifik — sebuah wilayah strategis yang diproyeksikan memainkan peran penting dalam masa depan diplomasi dan ekonomi nasional.


