KOTAMOBAGU — Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Sulawesi Utara, Berty Togas, meminta masyarakat tidak terburu-buru menyalahkan pihak tertentu terkait tragedi kecelakaan dalam ajang drag race di Kota Kotamobagu.
Berty yang diketahui pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sulawesi Utara selama dua periode, menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan. Ia mengajak masyarakat menahan diri serta menyerahkan pengungkapan fakta kepada aparat kepolisian.
“Turut berdukacita yang sedalam-dalamnya kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan. Semoga mereka yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar Berty.
Dengan pengalamannya di organisasi otomotif tersebut, Berty menilai persoalan terkait kegiatan balap maupun keselamatan dalam sebuah event harus dilihat secara objektif dan berdasarkan fakta yang ada.
Menurutnya, TIDAR Sulawesi Utara tidak seharusnya dijadikan sasaran tudingan sebelum proses penyidikan kepolisian selesai dan fakta peristiwa diketahui secara jelas.
“Jangan kita saling menyalahkan. Mari kita percayakan semuanya kepada pihak kepolisian. Biarkan penyidikan berjalan untuk mengungkap bagaimana peristiwa ini terjadi dan siapa yang harus bertanggung jawab,” tegasnya.
Berty menilai, setiap pihak yang nantinya dinyatakan bertanggung jawab harus diproses berdasarkan fakta dan ketentuan hukum. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak membuat kesimpulan hanya berdasarkan informasi atau opini yang berkembang.
“Kalau memang ada pihak yang harus bertanggung jawab, tentu harus diproses sesuai hukum. Tetapi jangan kita mendahului hasil penyidikan,” katanya.
Ia juga mengimbau seluruh pihak yang berkaitan dengan kegiatan tersebut untuk kooperatif memberikan keterangan kepada penyidik.
Berty berharap proses hukum dapat berjalan secara objektif dan transparan, sekaligus meminta masyarakat tetap memberikan perhatian kepada korban yang masih menjalani perawatan serta keluarga yang tengah berduka.
“Jangan menghukum seseorang atau organisasi hanya berdasarkan apa yang kita dengar. Hormati proses hukum. Kita tunggu hasil penyidikan kepolisian,” ujarnya.
Berty menegaskan, di tengah tragedi tersebut, kepedulian terhadap korban dan keluarga harus menjadi prioritas, sementara proses penentuan pihak yang bertanggung jawab diserahkan kepada aparat penegak hukum.


