KOTAMOBAGU — Ketua Panitia Lucky Sugeha Tournament Drag Race, Lucky Sugeha, menyatakan kesiapan pihak panitia untuk bertanggung jawab atas insiden tragis yang terjadi dalam ajang drag race di Kelurahan Upai, Kotamobagu.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah duka mendalam yang menyelimuti masyarakat setelah insiden tersebut menimbulkan korban. Peristiwa ini pun menjadi perhatian luas dan memunculkan pertanyaan publik mengenai aspek keselamatan serta tanggung jawab pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan.
Lucky Sugeha menyatakan bahwa pihak penyelenggara siap mengambil tanggung jawab, termasuk terkait biaya pengobatan dan perawatan bagi korban yang membutuhkan penanganan medis.
Namun demikian, publik masih menunggu penjelasan lebih rinci mengenai bentuk pertanggungjawaban tersebut, termasuk mekanisme bantuan bagi korban dan keluarga korban yang meninggal dunia.
Selain aspek kemanusiaan, penyelenggaraan kegiatan juga menjadi sorotan dari sisi aturan dan hukum. Sejauh mana prosedur keselamatan telah dipenuhi, bagaimana perizinan kegiatan, serta faktor apa yang menyebabkan insiden terjadi, merupakan hal yang perlu dijelaskan secara terang berdasarkan hasil pemeriksaan pihak berwenang.
Karena itu, proses penyelidikan dan keterangan resmi dari aparat penegak hukum menjadi penting untuk memastikan kronologi kejadian sekaligus menentukan ada atau tidaknya unsur pelanggaran dalam peristiwa tersebut.
Di tengah situasi tersebut, keluarga korban tentu menjadi pihak yang paling merasakan kehilangan. Pernyataan tanggung jawab dari panitia diharapkan tidak berhenti pada pernyataan, tetapi diwujudkan dalam langkah nyata, transparan, dan berpihak pada kepentingan korban.
Musibah ini menjadi pengingat bahwa kehidupan merupakan amanah. Tidak seorang pun mengetahui kapan waktunya dipanggil oleh Allah SWT.
“Dan sungguh, Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.”
Di balik setiap musibah selalu ada pelajaran yang dapat direnungkan. Peristiwa di Upai hendaknya menjadi momentum bagi semua pihak untuk semakin mengutamakan keselamatan, menaati ketentuan, serta tidak menganggap remeh risiko dalam setiap kegiatan.
Kepada saudara-saudara yang menjadi korban, semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosanya, menerima amal ibadahnya, menempatkan mereka di tempat terbaik di sisi-Nya, serta memberikan kekuatan dan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Bagi mereka yang masih diberikan kesempatan untuk hidup, musibah ini menjadi pengingat untuk lebih menghargai kehidupan, memperbanyak doa, memperbaiki diri, menjaga sesama, dan menggunakan setiap kesempatan untuk berbuat kebaikan.
Sebab, tidak seorang pun mengetahui apakah hari esok masih menjadi miliknya.
Semoga Allah SWT memberikan keselamatan, kekuatan, dan ketabahan kepada seluruh keluarga korban serta semua pihak yang terdampak. Aamiin ya rabbal 'alamin.


