MANADO – Sebungkus plastik bekas makanan mungkin terlihat kecil dan sepele. Namun ketika dibuang sembarangan dan dilakukan berulang oleh banyak orang, benda kecil itu bisa berubah menjadi persoalan besar bagi lingkungan.
Dari kesadaran sederhana itulah pesan tentang menjaga lingkungan mulai ditanamkan kepada generasi muda Kota Manado.
Bukan menunggu mereka dewasa, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Manado memilih masuk sejak bangku sekolah. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Pencegahan Pencemaran Lingkungan Hidup Guna Mendukung Kesehatan Lingkungan yang Berkelanjutan, yang digelar di SMP Negeri 4 Manado, Senin (24/8/2026).
Sebanyak 76 peserta yang terdiri dari guru dan siswa mengikuti kegiatan tersebut.
Di hadapan para siswa, lingkungan tidak hanya diperkenalkan sebagai tempat untuk belajar dan beraktivitas. Lebih dari itu, lingkungan dipandang sebagai ruang bersama yang keberlangsungannya sangat bergantung pada perilaku manusia.
Salah satu persoalan yang mendapat perhatian adalah sampah.
Selama ini sampah kerap dipahami sebagai sesuatu yang sudah tidak berguna setelah dibuang. Padahal, cara manusia memperlakukan sampah menentukan apakah benda tersebut akan menjadi sumber pencemaran atau justru dapat memberikan manfaat.
Para siswa diajak memahami bahwa sampah memiliki dua sisi. Jika dibuang sembarangan, sampah dapat menjadi sumber persoalan. Namun apabila dipilah dan dikelola dengan benar, sampah tertentu masih memiliki nilai guna bahkan nilai ekonomi.
“Kesadaran terhadap lingkungan harus dibangun sejak dini. Anak-anak perlu mengetahui bahwa sampah yang dibuang sembarangan dapat menimbulkan berbagai persoalan, tetapi di sisi lain sampah juga bisa memiliki manfaat apabila dikelola dan dipilah dengan benar.”
Pesan itu menjadi penting karena para siswa hari ini merupakan generasi yang kelak akan menentukan bagaimana wajah Kota Manado di masa mendatang.
Edukasi lingkungan, menurut Kakauhe, tidak berhenti pada kalimat jangan membuang sampah sembarangan.
Para siswa perlu mengetahui alasan di balik larangan tersebut.
Mereka perlu memahami ke mana sampah harus dibuang, bagaimana memilah sampah berdasarkan jenisnya, bagaimana mengurangi timbulan sampah serta apa yang dapat dilakukan agar sampah tidak berakhir di selokan, sungai maupun kawasan pesisir.
Sebab, kebiasaan yang terlihat sederhana ketika dilakukan sejak sekolah dapat tumbuh menjadi karakter ketika seseorang dewasa.
Membuang bungkus makanan ke tempat sampah.
Memisahkan sampah organik dan anorganik.
Tidak melempar sampah ke selokan.
Tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan.
Hingga mengurangi penggunaan barang yang menghasilkan sampah secara berlebihan.
Semuanya tampak sederhana. Namun dari kebiasaan sederhana itulah budaya menjaga lingkungan dibangun.
Satu bungkus plastik mungkin tidak akan langsung mengubah wajah Kota Manado.
Tetapi jika ribuan orang melakukan hal yang sama setiap hari, persoalannya menjadi berbeda.
Saluran air dapat tersumbat. Lingkungan menjadi kumuh. Sungai tercemar. Bahkan kawasan pesisir ikut menerima dampaknya.
Karena itu, sekolah menjadi salah satu ruang penting untuk membangun kesadaran tersebut.
Para siswa tidak hanya diharapkan menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di sekolah, keluarga hingga lingkungan tempat tinggal.
Pesan yang dibawa pulang pun sebenarnya sederhana: menjaga lingkungan bukan hanya tugas petugas kebersihan. Itu adalah tanggung jawab bersama.
Seorang siswa yang mengingatkan teman atau orang tuanya agar tidak membuang sampah sembarangan, misalnya, sudah mengambil bagian dalam gerakan menjaga lingkungan.
Dari sekolah, kesadaran itu diharapkan bergerak ke rumah. Dari rumah menyebar ke lingkungan. Hingga akhirnya menjadi kebiasaan bersama di tengah masyarakat.
Kegiatan di SMP Negeri 4 Manado menjadi pengingat bahwa membangun Kota Manado yang bersih dan sehat tidak dapat dilakukan secara instan.
Ia dimulai dari kesadaran, diperkuat dengan pengetahuan, lalu diwujudkan melalui kebiasaan.
Dan sekolah menjadi salah satu tempat terbaik untuk memulainya.
Sebab ketika seorang anak belajar menjaga lingkungan hari ini, yang sedang dipersiapkan bukan sekadar sekolah yang bersih.
Yang sedang dibangun adalah masa depan Kota Manado yang lebih sehat, lebih asri, dan lebih layak diwariskan kepada generasi berikutnya.
Jangan sampai generasi hari ini mewariskan sampah. Wariskanlah kesadaran untuk menjaga lingkungan.





