MINAHASA, SMNC – Pemerintah Kabupaten Minahasa bergerak cepat mengantisipasi potensi kemarau panjang dan fenomena El Nino Tahun 2026. Bupati Minahasa, Robby Dondokambey, resmi mengeluarkan instruksi kepada seluruh perangkat daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi dampak musim kemarau yang diprediksi lebih kering, datang lebih awal, dan berlangsung hingga akhir tahun.
Instruksi yang ditetapkan pada 3 Agustus 2026 tersebut merupakan tindak lanjut atas prediksi BMKG mengenai potensi El Nino yang dapat memengaruhi ketersediaan air bersih, ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, hingga meningkatkan risiko bencana seperti kebakaran hutan dan lahan.
Dalam arahannya, Bupati Robby Dondokambey meminta seluruh kepala perangkat daerah mengambil langkah antisipatif sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Selain menjaga pelayanan publik tetap berjalan optimal, seluruh instansi pemerintah juga diimbau melakukan penghematan penggunaan air di lingkungan perkantoran serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai cara menghadapi musim kemarau.
"Kesiapsiagaan seluruh perangkat daerah sangat penting agar dampak kemarau panjang dapat diminimalkan dan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi," menjadi semangat utama dalam instruksi tersebut.
Sebagai koordinator teknis, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ditugaskan melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan, menyiapkan distribusi air bersih, menyediakan sumber air alternatif untuk mendukung irigasi pertanian, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Di sektor infrastruktur, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) diperintahkan memetakan jaringan irigasi dan sumber daya air yang berpotensi terdampak kemarau, sekaligus memastikan seluruh infrastruktur irigasi milik pemerintah daerah tetap berfungsi optimal dan segera direhabilitasi apabila mengalami kerusakan.
Sementara itu, Dinas Pangan, Kelautan dan Perikanan diminta terus memantau ketersediaan, distribusi, serta harga pangan guna menjaga stabilitas pasokan selama musim kemarau. Dinas Pertanian juga diarahkan menyesuaikan jadwal tanam, memanfaatkan varietas tanaman tahan kekeringan, serta memperkuat koordinasi dengan penyuluh pertanian agar risiko penurunan produksi dapat ditekan.
Di bidang kesehatan, Dinas Kesehatan diminta memastikan ketersediaan obat-obatan dan pelayanan medis, khususnya untuk mengantisipasi meningkatnya penyakit yang kerap muncul saat musim kemarau seperti ISPA, diare, influenza, penyakit mata, dan gangguan kesehatan lainnya akibat cuaca ekstrem.
Tak hanya itu, para camat juga mendapat tugas mengoordinasikan seluruh Hukum Tua untuk menyosialisasikan potensi kemarau panjang kepada masyarakat, sekaligus melakukan pendataan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan, krisis air bersih, gangguan pertanian, hingga risiko kebakaran lahan.
Bupati Robby Dondokambey menegaskan seluruh perangkat daerah wajib menyampaikan laporan awal pelaksanaan instruksi pada minggu kedua setelah penetapan serta memberikan laporan perkembangan secara berkala selama musim kemarau berlangsung.
Pemerintah Kabupaten Minahasa juga mengimbau masyarakat untuk ikut berperan aktif menghadapi potensi El Nino dengan menggunakan air secara bijaksana, menjaga lingkungan dari potensi kebakaran, serta segera melaporkan apabila terjadi kekeringan atau kondisi darurat kepada pemerintah setempat.
Melalui langkah antisipatif ini, Pemerintah Kabupaten Minahasa berharap pelayanan publik tetap berjalan optimal, ketahanan pangan terjaga, kesehatan masyarakat terlindungi, dan aktivitas perekonomian dapat terus berlangsung meski menghadapi tantangan musim kemarau panjang.


