MINAHASA, SMNC — Mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat fenomena El Nino, Kapolres Minahasa Steven Simbar menegaskan seluruh personel Polres Minahasa berada dalam kondisi siaga penuh untuk merespons setiap laporan titik api di wilayah hukum Kabupaten Minahasa.
Penegasan tersebut disampaikan Kapolres di sela-sela Apel Gelar Pasukan Tanggap Bencana Dampak El Nino yang digelar di Lapangan Sam Ratulangi, Tondano, Selasa (4/8/2026).
Menurut Kapolres, Polres Minahasa telah bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Minahasa bersama instansi terkait, di antaranya BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan, guna memperkuat upaya pencegahan serta penanganan dini apabila ditemukan titik panas (hotspot) yang berpotensi memicu kebakaran hutan maupun lahan.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Polres Minahasa juga melakukan dukungan operasional berupa satu unit Armoured Water Cannon (AWC) yang ditempatkan di wilayah Silian untuk membantu proses pemadaman kebakaran di kawasan Gunung Soputan apabila diperlukan.
Kapolres menjelaskan, langkah awal yang menjadi prioritas adalah deteksi dini. Setiap informasi mengenai titik api yang diterima dari Polsek, pemerintah kecamatan maupun masyarakat akan segera ditindaklanjuti. Jika situasi membutuhkan tambahan personel, Polres Minahasa siap mengerahkan kekuatan bersama instansi terkait untuk mempercepat penanganan di lokasi.
Selain kesiapan personel, Kapolres juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar karena kondisi cuaca panas disertai angin kencang sangat berpotensi menyebabkan api cepat merambat dan sulit dikendalikan.
Melalui para Bhabinkamtibmas, jajaran Polres Minahasa diminta aktif memberikan sosialisasi kepada masyarakat di desa-desa dengan berkoordinasi bersama para Hukum Tua, khususnya kepada petani, agar menggunakan cara yang aman dalam mengolah lahan tanpa membakar.
Kapolres menilai kawasan padang rumput, ilalang kering, serta lahan yang telah mengering menjadi titik rawan terjadinya kebakaran. Bahkan, menurutnya, puntung rokok yang dibuang sembarangan dapat memicu kebakaran, sebagaimana diduga terjadi pada sejumlah lokasi, termasuk area pemakaman dan kawasan Jalan Tompasaru beberapa waktu lalu.
Untuk mempercepat respons, Polres Minahasa memastikan posko siaga tetap beroperasi di tingkat Polres maupun seluruh Polsek. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran melalui layanan darurat 110, sehingga tim terdekat dapat melakukan tindakan awal sebelum api meluas.
Kapolres berharap sinergi antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat menjadi langkah efektif dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau akibat fenomena El Nino. Dengan deteksi dini, respons cepat, dan meningkatnya kesadaran masyarakat, risiko karhutla di Kabupaten Minahasa diharapkan dapat ditekan semaksimal mungkin.


