Postingan Populer

Total Tayangan Halaman

Iklan

Maulid Nabi, Victor Mailangkay Dorong Keteladanan Rasulullah Masuk ke Pelayanan Publik Sulut

Swara Manado News
Selasa, 25 Agustus 2026, 19:34 WIB Last Updated 2026-09-07T07:35:13Z


MANADO —
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Raya Ahmad Yani, Manado, Selasa (25/8/2026), tidak sekadar menjadi agenda keagamaan. Momentum tersebut dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) untuk menegaskan bahwa nilai keteladanan Rasulullah SAW harus diwujudkan dalam kehidupan sosial, termasuk dalam penyelenggaraan pelayanan publik.



Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay hadir mewakili Gubernur Sulut Yulius Selvanus sekaligus membacakan sambutan tertulis Gubernur.


Mengusung tema “Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW dalam Semangat Torang Samua Basudara Mewujudkan Sulut yang Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan”, peringatan tersebut diarahkan untuk memperkuat persaudaraan, kepedulian sosial dan nilai moral di tengah keberagaman masyarakat Sulut.


Gubernur Yulius Selvanus dalam sambutan yang dibacakan Victor menekankan bahwa keteladanan Nabi Muhammad SAW tidak boleh berhenti pada pesan spiritual.

Kejujuran, keadilan, integritas dan kasih sayang, menurutnya, harus diterjemahkan dalam tindakan nyata, termasuk ketika pemerintah memberikan pelayanan kepada masyarakat.



“Nabi Muhammad SAW adalah teladan agung dalam membangun kejujuran dan keadilan. Nilai-nilai universal inilah yang harus kita tarik ke dalam ranah pelayanan masyarakat agar pembangunan di Sulawesi Utara benar-benar menyentuh aspek kemanusiaan,” ujar Yulius dalam sambutannya.

Iman Harus Berbuah Kepedulian

Pesan tersebut sejalan dengan subtema Maulid, “Dari Keteladanan Menuju Kepedulian.”

Pemprov Sulut menegaskan, peringatan hari besar keagamaan seharusnya tidak berhenti pada seremoni. Nilai yang disampaikan harus terlihat dalam kepedulian dan manfaat yang dirasakan masyarakat.


Hal itu tercermin dalam rangkaian kegiatan sosial yang digelar bersamaan dengan peringatan Maulid, antara lain bakti sosial pemeriksaan kesehatan gratis, pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis, serta Gerakan Pangan Murah.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menerjemahkan nilai kepedulian ke dalam aksi nyata.

Di tengah berbagai tantangan masyarakat, pemerintah dituntut tidak hanya mengejar pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi. Pelayanan publik juga harus mampu menghadirkan keadilan, kepedulian dan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Torang Samua Basudara” Bukan Sekadar Slogan

Dalam kesempatan itu, semangat “Torang Samua Basudara” kembali ditegaskan sebagai kekuatan sosial Sulawesi Utara.

Keberagaman agama, suku dan budaya yang menjadi karakter masyarakat Sulut dinilai membutuhkan fondasi persaudaraan yang kuat.

Karena itu, masyarakat diajak menghidupkan semangat “Baku Bantu, Baku Jaga, dan Baku Sayang” dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi budaya sosial yang memperkuat toleransi, solidaritas dan kepedulian antarsesama.

“Keteladanan Nabi Muhammad SAW harus menjadi inspirasi bagi kita semua untuk membangun kehidupan yang penuh kedamaian, kasih sayang dan kepedulian,” demikian pesan Gubernur.

Rumah Ibadah Didorong Jadi Benteng Moral

Gubernur juga menekankan pentingnya peran lembaga keagamaan dan rumah ibadah dalam membangun karakter masyarakat.

Masjid, gereja, pura maupun vihara tidak hanya dipandang sebagai tempat menjalankan ritual keagamaan, tetapi juga memiliki peran strategis sebagai pusat pendidikan moral, pembentukan karakter dan penguatan kepedulian sosial.

Pemprov Sulut pun mendorong sinergi antara pemerintah, pemimpin agama, tokoh masyarakat, akademisi dan organisasi keagamaan untuk memperkuat kehidupan sosial yang harmonis.

Menurut Gubernur, pembangunan akan semakin kuat apabila ditopang persatuan dan kepedulian yang tumbuh dari masyarakat.

Maulid Jadi Pengingat Etika Pemerintahan

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda Sulut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulut Ulyas Taha, Ketua Panitia Pelaksana Lukman Lapadengan, pimpinan organisasi keagamaan, pejabat sipil, TNI, Polri serta jajaran Badan Takmir Masjid (BTM).

Tausiyah disampaikan Ustadz KH. Yaser Bin Salim Bachmid, Lc.

Pesan yang mengemuka dalam peringatan tersebut adalah pentingnya menjadikan keteladanan Rasulullah SAW sebagai nilai yang hidup dalam masyarakat, termasuk dalam membangun pemerintahan yang berintegritas dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

Bagi Pemprov Sulut, pembangunan tidak cukup hanya diukur melalui pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan infrastruktur. Kualitas pelayanan, integritas aparatur dan kepedulian terhadap masyarakat juga menjadi bagian penting dari keberhasilan pembangunan.

Melalui semangat keteladanan Nabi Muhammad SAW dan falsafah “Torang Samua Basudara”, Pemprov Sulut mendorong pembangunan yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga kuat dalam persaudaraan, kepedulian dan nilai kemanusiaan. (ADV)

👁️ Dilihat: hitwebcounter.com/
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Maulid Nabi, Victor Mailangkay Dorong Keteladanan Rasulullah Masuk ke Pelayanan Publik Sulut

Terkini

Iklan