Postingan Populer

Total Tayangan Halaman

Iklan

Gubernur Yulius Gerak Cepat Atasi Harga Rica, 2,4 Ton Cabai Didatangkan ke Sulut

Swara Manado News
Senin, 14 September 2026, 17:53 WIB Last Updated 2026-09-14T09:53:45Z


MANADO, SULAWESI UTARA
— Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus bergerak cepat merespons persoalan pasokan dan harga cabai rawit atau rica yang menjadi salah satu komoditas pangan strategis dan berpengaruh terhadap inflasi daerah.


Di bawah arah kebijakan Gubernur Yulius Selvanus, Pemerintah Provinsi Sulut memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia (BI) untuk memastikan pasokan cabai tersedia dan distribusinya berjalan lancar hingga ke pasar.


Salah satu langkah konkret yang dilakukan yakni memfasilitasi distribusi 2,4 ton cabai rawit merah varietas Patalan dari Probolinggo, Jawa Timur, ke Manado.


Pasokan tersebut ditargetkan tiba di Manado pada Senin (14/9/2026) malam dan mulai disalurkan kepada pedagang pada Selasa (15/9/2026).


Cabai dikirim melalui jalur udara dengan rute Probolinggo–Bandara Juanda–Bandara Makassar–Bandara Sam Ratulangi Manado.


Langkah ini dilakukan melalui skema Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) untuk memperlancar distribusi komoditas dari daerah surplus ke daerah yang membutuhkan. Biaya distribusi difasilitasi melalui skema reimburse FDP Bank Indonesia.


Gubernur Yulius menempatkan stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga pangan sebagai bagian penting dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi Sulawesi Utara.


Karena itu, pasokan cabai dari daerah sentra produksi seperti Probolinggo didorong masuk ke Sulut untuk memperkuat ketersediaan rica di tengah kebutuhan masyarakat.


Pemprov Sulut bersama BI menargetkan cabai tersebut dapat dijual kepada masyarakat dengan harga konsumen maksimal Rp57.000 per kilogram, sesuai Harga Acuan Pemerintah (HAP).


Pada tahap awal, sebanyak 2,4 ton cabai akan didistribusikan ke Kota Manado, Kabupaten Minahasa Utara dan Kabupaten Minahasa Selatan.


Penyaluran dilakukan melalui pedagang utama pasar yang terdaftar dalam SP2KP. Para pengecer yang menjual cabai tersebut terlebih dahulu didata sehingga jalur distribusi dapat dipantau.


Gubernur Yulius juga memastikan upaya pengendalian harga tidak berhenti pada mendatangkan pasokan. Pengawasan terhadap distribusi menjadi bagian penting agar intervensi pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat.


Untuk itu, Satgas Pangan dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Dinas Ketahanan Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara akan melakukan pengawasan terhadap proses distribusi dan penjualan.


Pada Senin malam, TPID mengoordinasikan penerimaan cabai di Pasar Bersehati.


Selanjutnya, pada dini hari Selasa, pengiriman untuk Minahasa Utara dan Minahasa Selatan akan dikawal menuju titik pembagian. Sekitar pukul 06.30 WITA, cabai ditargetkan mulai disalurkan kepada pedagang.


Langkah cepat tersebut menjadi bagian dari strategi Pemprov Sulut di bawah kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus untuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan harga pangan.


Dengan mendatangkan cabai dari sentra produksi, pemerintah berupaya memperpendek rantai distribusi, memperkuat stok di pasar, serta menekan kesenjangan harga agar tidak semakin membebani masyarakat.


Bagi Gubernur Yulius, pengendalian harga pangan bukan hanya soal menjaga angka inflasi, tetapi juga memastikan kebutuhan masyarakat tetap tersedia dengan harga yang terjangkau.

👁️ Dilihat: hitwebcounter.com/
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Gubernur Yulius Gerak Cepat Atasi Harga Rica, 2,4 Ton Cabai Didatangkan ke Sulut

Terkini

Iklan