MANADO, SULAWESI UTARA — Warga terdampak proyek bantaran Sungai Tikala di wilayah Paal 2, Kota Manado, kembali mempertanyakan kepastian penanganan terhadap mereka. Masyarakat meminta pemerintah dan instansi terkait memberikan kejelasan mengenai proses serta langkah penyelesaian persoalan tersebut.
Aspirasi itu disampaikan warga saat bertemu dengan Ketua Umum Pagar Mas Nusantara, Jhon Rondonuwu, Sabtu (12/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan keresahan terkait belum adanya kepastian yang mereka harapkan. Mereka mempertanyakan tahapan penanganan serta tindak lanjut pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak proyek bantaran sungai.
Jhon Rondonuwu mengatakan Pagar Mas Nusantara akan mengawal aspirasi warga dan menyampaikannya kepada instansi yang berwenang.
“Saya sebagai Ketua Umum Pagar Mas Nusantara menyatakan sikap: kami akan mengawal aspirasi rakyat yang terdampak proyek bantaran Sungai Tikala wilayah Paal 2. Masyarakat tidak boleh terus dibiarkan berada dalam ketidakpastian,” tegas Jhon.
Ia meminta instansi terkait, termasuk BPN, Balai Sungai dan PUPR, memberikan penjelasan mengenai tahapan proses, kendala serta langkah yang akan dilakukan.
“Kalau memang ada program dan prosesnya, sampaikan secara terbuka. Kalau ada kendala, jelaskan kepada masyarakat. Jangan sampai rakyat terus berada dalam ruang ketidakjelasan,” ujarnya.
Jhon juga memastikan akan memimpin penyampaian aspirasi warga pada Selasa (15/9/2026).
“Selasa nanti saya akan pimpin masyarakat untuk menyuarakan aspirasi mereka. Kami datang bukan untuk membuat keributan, tetapi untuk memastikan suara rakyat benar-benar didengar oleh pejabat yang berwenang,” katanya.
Menurut Jhon, penyampaian aspirasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada penerimaan laporan, tetapi dilanjutkan dengan langkah konkret dari instansi terkait.
“Kami ingin pejabat mendengar langsung suara masyarakat. Setelah didengar, harus ada tindak lanjut. Jangan hanya dicatat, kemudian masyarakat kembali disuruh menunggu tanpa batas waktu,” tegasnya.
Ia menambahkan, persoalan warga terdampak perlu ditangani secara serius agar tidak menimbulkan keresahan yang lebih luas di masyarakat.
“Kami berharap pemerintah jangan menunggu persoalan ini menjadi besar baru bergerak. Ketika rakyat sudah menyampaikan aspirasi, pemerintah harus hadir memberikan kepastian,” tandasnya.
Pagar Mas Nusantara menyatakan akan terus mengawal aspirasi warga hingga memperoleh kejelasan dari instansi terkait.
Sementara itu, perhatian warga kini tertuju pada BPN, Balai Sungai dan PUPR untuk memberikan penjelasan mengenai proses penanganan serta tindak lanjut terhadap masyarakat terdampak proyek bantaran Sungai Tikala Paal 2.


