MANADO — Persoalan anak tidak bersekolah dan berhenti sekolah di Kota Manado kini mendapat perhatian serius Pemerintah Kota Manado. Melalui Gerakan Masyarakat Manado Kembalikan Anak Bersekolah (GEMA MAKASE), Pemkot Manado menggerakkan kolaborasi lintas sektor untuk memastikan anak-anak kembali mendapatkan hak atas pendidikan.
GEMA MAKASE resmi diluncurkan, Kamis (1/10/2026), di Gedung Serbaguna Kantor Wali Kota Manado. Peluncuran tersebut dirangkaikan dengan sosialisasi serta penandatanganan komitmen bersama sebagai bentuk keseriusan seluruh pihak dalam menangani persoalan anak yang tidak atau berhenti bersekolah.
Wakil Wali Kota Manado menegaskan, peluncuran GEMA MAKASE tidak boleh berhenti sebatas kegiatan seremonial. Setelah program diluncurkan, harus ada langkah konkret di lapangan.
“Setelah launching ini, harus ada tindak lanjut nyata,” ujar Wawali.
Untuk memperkuat gerakan tersebut, Pemkot Manado menyiapkan SIMAKASE (Sistem Informasi Manado Kembalikan Anak Bersekolah). Sistem ini menjadi bagian penting dalam upaya mendata dan mendorong penanganan anak yang berada di luar sistem pendidikan.
GEMA MAKASE juga dibangun melalui kolaborasi berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, satuan pendidikan, keluarga, kecamatan, kelurahan, tokoh agama, akademisi, DPRD, komunitas hingga masyarakat.
Pendekatan lintas sektor dinilai penting karena persoalan anak putus sekolah tidak hanya berkaitan dengan sekolah, tetapi juga dapat bersinggungan dengan kondisi keluarga, lingkungan sosial dan faktor lainnya.
Melalui gerakan tersebut, Pemkot Manado menegaskan komitmennya untuk membuka kembali akses pendidikan bagi anak-anak yang tidak atau berhenti bersekolah.
Target akhirnya jelas: tidak boleh ada anak Manado yang kehilangan kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang layak.
GEMA MAKASE diharapkan menjadi gerakan bersama yang tidak hanya mendata anak di luar sekolah, tetapi memastikan mereka benar-benar kembali ke bangku pendidikan dan mendapatkan pendampingan hingga dapat melanjutkan proses belajarnya.



