![]() |
| Pdt Jefry Kalalo MTh |
SWARAMANADONEWS.CO, Ketua BPMJ GMIM Damai Lahendong Wilayah Tomohon Tiga, Pdt Jefry Kalalo MTh, meminta dukungan dan doa atas dirinya yang mencalonkan Wakil Sekretaris BIPRA dan LANSIA dalam helatan iman pemilihan Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM Periode 2022-2027. Rabu (30/03/2022), yang akan digelar di Grand Kawanua Manado.
Dia mengungkapkan ketika dia dipilih menjadi Wakil Sekretaris BIPRA dan LANSIA, dirinya memiliki 5 Komitmen Pribadi dalam 1 Tahun Terpilih.
"Pertama, menghibahkan tanah ke Sinode GMIM untuk pembangunan Center Misi Lansia dan Emiritus Pendeta dan Guru Agama, Kedua, Program peduli kasih untuk para pendeta Ketua Jemaat di Daerah terpencil dan kepulauan setiap tahun 100 ketua jemaat, Ketiga, Peduli Kasih apabila ada pendeta dan guru agama ditimpa kecelakaan atau meninggal dunia, Keempat, Setia ada kunjungan pelayanan khadim maka ada peduli berkat uang pulsa bagi para pendeta dan guru agama ditempat yang dilayani, Kelima, Membangunkan kemitraan dengan para stakeholder untuk menjadi alat berkat bagi jemaat yang masih perlu ada dukungan untuk pembangunan infrastruktur terutama tingkat ekonomi jemaat yang masih rendah income nya di daerah terpencil dan kepulauan," jelas Pdt Jefry Kalalo
Menurut Pdt Jefry, ketika duduk di BPMS harus selalu sadar bahwa kita hanya alat TUHAN yang mesti mengasihi siapa saja dan membangun kemitraan dengan pemerintah. Karena, ketika membangun kemitraan maka kita akan melihat sinergi berkat dalam pengentasan kemiskinan
"Jujur saya membangun Center Misi Yayasan Gema Nusantara Bakti Indonesia, melalui semangat pribadi dengan berani membangun melalui anggaran 1,5 Milyar. Dimana, pembangunannya sudah berjalan selama 4 tahun dan saat ini sudah sekitar 80 persen, berlokasi di Woloan dan berharap pembangunan ini boleh selesai tahun ini, kemudian diresmikan pak gubernur, dan dihadiri para Bupati, Walikota yang saya dampingi dalam doa termasuk juga para wakil rakyat," ungkap Pdt Jefry Kalalo, sembari menambahkan bahwa Pesta iman ini harus dilihat sebagai suatu demokrasi kasih bukan demokrasi mematikan perjalan hidup apalagi para hamba Tuhan. (***)



