Manado – Polemik ketidakhadiran Gubernur Sulawesi Utara dalam Selebrasi Paskah Pemuda GMIM sekaligus HUT ke-100 Pemuda GMIM akhirnya terjawab.
Klarifikasi tegas disampaikan Ketua ARMAK Sulut, Calvin Castro yang menyebut absennya gubernur bukan karena mengabaikan undangan, melainkan karena tidak pernah menerima undangan resmi dari panitia.
“Pak Gubernur tidak menerima undangan resmi. Artinya, beliau memang tidak diundang,” ujar Castro.
Pernyataan tersebut, kata Castro, telah melalui proses kroscek langsung. Hal senada juga disampaikan , yang menyebut tidak ada undangan resmi yang masuk, baik ke Unit Layanan Administrasi (ULA) Pemprov Sulut maupun ke rumah dinas gubernur.
Menurut Kristo, undangan hanya beredar dalam bentuk softcopy dan dititipkan kepada ASN di lingkungan Pemprov, bukan melalui mekanisme resmi pemerintahan. Bahkan, upaya untuk menjembatani audiensi antara panitia dan gubernur disebut tidak mendapat tindak lanjut.
Di tengah polemik yang berkembang, Castro juga menyoroti derasnya kritik yang diarahkan kepada gubernur. Ia menilai sebagian kritik cenderung prematur dan tidak tepat sasaran.
“Seringkali gubernur dipersalahkan, padahal persoalannya bukan menjadi kewenangan beliau,” katanya.
Ia juga mengingatkan kemungkinan adanya narasi yang sengaja dibangun untuk memengaruhi opini publik.
“Ada potensi isu ini sengaja digiring untuk menjatuhkan gubernur,” tambahnya.
Meski demikian, Castro menilai kinerja saat ini tetap menunjukkan fokus pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara.
Menutup pernyataannya, Castro mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum terverifikasi.
Polemik ini menjadi pengingat pentingnya komunikasi resmi dan transparan antara penyelenggara kegiatan dan pemerintah, guna menghindari kesalahpahaman yang berujung pada opini publik yang keliru.


