Manado. Sulawesi Utara – Perayaan Paskah warga Toraja di kawasan Mapanget, Kota Manado, Sabtu (2/5/2026), memang menghadirkan suasana penuh sukacita dan kebersamaan. Namun di balik meriahnya ibadah yang dihadiri Gubernur Yulius Selvanus Komaling (YSK), terselip pesan penting: menjaga kerukunan bukan perkara mudah, melainkan komitmen yang terus diuji.
Ribuan jemaat yang memadati lokasi menjadi gambaran kuatnya solidaritas komunitas. Tapi di sisi lain, lonjakan massa juga menuntut kesiapan infrastruktur, pengamanan, hingga pengelolaan lingkungan yang baik. Beberapa warga sekitar mengakui bahwa kegiatan besar seperti ini perlu diimbangi dengan koordinasi yang lebih matang agar tidak menimbulkan gangguan, terutama soal akses jalan dan kebersihan.
Meski demikian, interaksi lintas suku dan agama yang terlihat sepanjang acara justru menjadi sorotan positif. Warga non-Toraja turut hadir dan berbaur, menunjukkan bahwa toleransi di Sulawesi Utara bukan sekadar simbol, tetapi praktik sosial yang hidup. Tantangannya, bagaimana semangat ini tetap konsisten di luar momentum seremonial seperti Paskah.
Dalam sambutannya, YSK menegaskan bahwa kerukunan harus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan hanya retorika. Pernyataan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pemerintah dan masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga stabilitas sosial di tengah keberagaman yang semakin dinamis.
Di sisi lain, kontribusi masyarakat Toraja di berbagai sektor juga menjadi catatan penting. Namun, penguatan peran tersebut diharapkan tidak hanya bersifat kultural dan seremonial, melainkan juga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat luas.
Perayaan yang ditutup dengan ramah tamah ini memang meninggalkan kesan hangat. Tapi lebih dari itu, ia menyisakan refleksi: apakah semangat persaudaraan yang terlihat hari ini mampu bertahan dalam kehidupan sehari-hari?
Di tengah geliat pembangunan dan arus perubahan sosial, Manado kembali diingatkan kerukunan bukan warisan yang bisa dinikmati begitu saja, melainkan nilai yang harus terus dijaga, diuji, dan diperjuangkan bersama.


