Manado - Sekolah menengah kejuruan negeri 3 Manado kembali menorehkan kebanggaan di dunia pendidikan. Sebanyak 435 siswa Kelas XII Angkatan 2025/2026 resmi dilepas sebagai alumni dengan persentase kelulusan mencapai 100 persen dalam acara penamatan yang berlangsung sederhana namun penuh makna di lapangan basket sekolah, Jumat (8/5/2026).
Acara penamatan dipimpin langsung Kepala Sekolah dan dihadiri orang tua siswa, guru, alumni, serta sejumlah undangan. Meski tanpa kemewahan, suasana haru dan kebanggaan begitu terasa sepanjang kegiatan berlangsung.
Dalam sambutannya, Silvya menegaskan bahwa konsep sederhana sengaja dipilih agar tidak memberatkan para orang tua siswa. Menurutnya, pendidikan harus tetap berpihak kepada masyarakat, khususnya keluarga dengan kondisi ekonomi menengah.
“Saya yang minta acara sederhana agar tidak membebani orang tua,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, sejak siswa duduk di kelas 10 hingga kelas 12, pihak sekolah juga telah meniadakan berbagai pungutan atau peran serta masyarakat demi meringankan beban wali murid.
“Tidak ada lagi pungutan. Setelah saya analisa, kebanyakan orang tua kita ekonomi menengah. Saya harus ambil keputusan untuk membantu, terutama orang tua yang dengan penuh semangat menyekolahkan anaknya di SMKN 3 Manado ini,” tutur Silvya yang telah 34 tahun mengabdi di sekolah tersebut.
Perempuan yang kini dipercaya memimpin SMKN 3 Manado itu mengaku ingin memastikan bahwa momen kelulusan tetap menjadi kenangan indah tanpa harus meninggalkan beban finansial bagi keluarga siswa.
Menariknya, di tengah jalannya acara, hujan sempat mengguyur lokasi sekitar pukul 16.00 WITA. Namun kondisi itu tidak menyurutkan semangat para siswa, guru, maupun orang tua yang tetap bertahan hingga acara selesai.
“Tiga hari cuaca cerah, tiba-tiba hujan. Ini berkat. Tidak mau mengeluh ke Tuhan karena Tuhan baik. Yang penting kebersamaan terakhir kelas 12, sekarang sudah jadi alumni bersama orang tua,” ujarnya penuh syukur.
Silvya menegaskan bahwa kesederhanaan bukan berarti mengurangi makna dari sebuah penamatan. Justru menurutnya, suasana sederhana membawa semua pihak kembali pada esensi utama sebuah perpisahan pendidikan.
“Kesederhanaan ini tidak mengurangi nilai yang terkandung di dalamnya. Justru kita diajak kembali kepada makna sejati dari sebuah perpisahan: momen penuh syukur, kebanggaan, dan harapan akan masa depan yang lebih baik,” katanya.
Ia juga menyampaikan rasa bangga atas perjuangan para siswa yang berhasil menyelesaikan pendidikan hingga tuntas. Kehadiran para guru, alumni, dan orang tua disebutnya sebagai bukti nyata kepedulian bersama terhadap dunia pendidikan.
“Kehadiran undangan, alumni, orang tua, serta bapak ibu guru adalah bukti kepedulian kita terhadap pendidikan,” tambahnya.
Kepada seluruh lulusan, Silvya berpesan agar tetap menjaga nama baik almamater di mana pun berada, baik saat melanjutkan pendidikan maupun ketika sudah memasuki dunia kerja.
“Kalau misalnya anda sudah kerja, saya harap tetap seperti apa yang sudah diajarkan selama di SMKN 3 Manado. Adik-adik punya misi meneruskan, menyampaikan kepada masyarakat bagaimana situasi kondisi sekolah ini,” pesannya.
Di akhir sambutan, ia turut menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan seluruh pihak yang selama ini membantu perjalanan pendidikan di SMKN 3 Manado.
“Semoga langkah kita bersama senantiasa diberkati dan membawa kebaikan bagi anak-anak kita tercinta,” pungkasnya.


