MANADO — Ada pemandangan menarik di tengah penutupan Festival Literasi Sulawesi Utara 2026. Di antara penonton yang memadati lokasi acara, tampak sepasang turis asal Belanda yang ikut menyaksikan langsung kemeriahan penutupan festival.
Kehadiran wisatawan mancanegara tersebut menjadi perhatian tersendiri. Mereka bukan bagian dari rombongan peserta, melainkan wisatawan yang datang dan memilih menikmati langsung salah satu agenda budaya dan literasi yang berlangsung di Sulawesi Utara.
Momen ini menunjukkan bahwa Festival Literasi Sulawesi Utara tak hanya menarik minat masyarakat lokal dan warga dari luar daerah. Gaung kegiatan tersebut juga mampu menghadirkan pengalaman budaya yang dinikmati hingga oleh wisatawan mancanegara.
Festival Literasi Sulawesi Utara 2026 berlangsung 2–4 Oktober dengan mengusung tema “Merawat Kearifan dan Menciptakan Narasi untuk Masa Depan Peradaban.”
Penutupan festival di Museum Negeri Sulut turut diwarnai berbagai rangkaian kegiatan yang mempertemukan literasi, seni, budaya dan masyarakat.
Bagi Sulawesi Utara, kehadiran sepasang turis Belanda di tengah penutupan festival bukan sekadar pemandangan menarik. Momen tersebut menjadi gambaran bahwa kegiatan literasi dan kebudayaan daerah memiliki daya tarik yang dapat melampaui batas wilayah dan memperkenalkan identitas Sulut kepada pengunjung dari mancanegara.


