Postingan Populer

Total Tayangan Halaman

Iklan

Festival Literasi Sulut 2026 Ditutup, YSK: Literasi Harus Jadi Bagian dari Kehidupan

Swara Manado News
Minggu, 04 Oktober 2026, 20:26 WIB Last Updated 2026-10-04T12:28:24Z


MANADO
 - Festival Literasi Sulawesi Utara (Sulut) 2026 resmi ditutup Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, Minggu (4/10/2026), setelah berlangsung meriah selama tiga hari di Museum Negeri Sulawesi Utara.


Mengusung semangat “Merawat Kearifan dan Menciptakan Narasi untuk Masa Depan Peradaban”, Festival Literasi Sulut 2026 menjadi ruang bertemunya para pegiat literasi, budayawan, seniman, komunitas, pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM hingga masyarakat umum.


Rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak 2 Oktober itu diisi dengan berbagai agenda, mulai dari talkshow, pertunjukan musik, workshop, bazar buku dan UMKM, bedah buku, book signing, pameran seni, booth komunitas, pertunjukan teater hingga grand final Pemilihan Putra-Putri Literasi Sulut 2026.


Penutupan festival turut dihadiri Wakil Gubernur Sulut DR Viktor Mailangkay SH MH, Ketua DPRD Bolaang Mongondow Samsudin Dama, para budayawan, pegiat literasi serta komunitas seni dan literasi.


Dalam kesempatan tersebut, Gubernur YSK menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Festival Literasi Sulut 2026. Ia mengaku bangga karena sekitar 3.400 peserta terlibat dalam festival literasi tingkat Provinsi Sulawesi Utara tersebut.


Menurut YSK, literasi tidak boleh dipandang sebatas kemampuan membaca dan menulis. Lebih dari itu, literasi harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, terutama generasi muda.


“Belajar dari kekurangan dan kelemahan untuk menjadi bagian dari kehidupan yang tidak bisa dipisahkan,” pesan YSK.


Ia menegaskan, budaya membaca, menulis, berpikir kritis dan kemampuan menganalisis harus terus dikembangkan agar generasi muda memiliki kemampuan melahirkan gagasan serta solusi terhadap berbagai persoalan.


Sementara itu, Ketua Umum Literasi Sulawesi Utara, Standius Bara Prima M.IKom, menegaskan pentingnya menjaga sekaligus menghidupkan budaya literasi di Sulawesi Utara.


Menurutnya, literasi harus terus diperkuat, khususnya di kalangan anak muda. Membaca, menulis dan menganalisis menjadi modal penting bagi generasi muda untuk melahirkan ide-ide konstruktif bagi pembangunan daerah maupun bangsa.


“Literasi harus kita hidupkan, khususnya bagi anak muda. Membaca, menulis dan menganalisis sebuah ide maupun solusi untuk pemerintah dan negeri yang kita cintai bersama,” ujarnya.


Ia menambahkan, masih banyak aspek literasi yang dapat dikembangkan, termasuk literasi budaya, seni, digital, sosial hingga kemampuan berpikir kritis.


Festival Literasi Sulut 2026 sekaligus menjadi momentum untuk mempertemukan berbagai unsur masyarakat dalam satu ruang kreatif. Kehadiran pertunjukan teater Isbima, pameran seni, komunitas serta berbagai kegiatan literasi memperlihatkan bahwa budaya membaca dan berkarya dapat berjalan beriringan dengan pelestarian kearifan lokal.


Penutupan festival bukan menjadi akhir dari gerakan literasi, melainkan titik awal untuk terus menumbuhkan budaya membaca, menulis, berpikir dan berkarya di tengah masyarakat Sulawesi Utara.


Semangat merawat kearifan lokal dan menciptakan narasi untuk masa depan pun diharapkan tidak berhenti di panggung festival, tetapi terus hidup di sekolah, kampus, komunitas, keluarga dan ruang-ruang publik.

👁️ Dilihat: hitwebcounter.com/
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Festival Literasi Sulut 2026 Ditutup, YSK: Literasi Harus Jadi Bagian dari Kehidupan

Terkini

Iklan