Postingan Populer

Total Tayangan Halaman

Iklan

Ekonomi Sulut Tumbuh 5,42 Persen, Kemiskinan Terendah di Sulawesi! Gubernur YSK Perkuat Pembangunan Inklusif Berbasis Rakyat

Swara Manado News
Rabu, 05 Agustus 2026, 14:47 WIB Last Updated 2026-08-05T06:47:43Z


MANADO
– Perekonomian Sulawesi Utara kembali mencatatkan kinerja yang menggembirakan. Berdasarkan Berita Resmi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara yang dirilis pada Rabu (5/8/2026), ekonomi Sulut pada Triwulan II-2026 tumbuh 5,42 persen secara tahunan (year-on-year), sekaligus mempertegas ketahanan ekonomi daerah di tengah dinamika nasional maupun global.


Tak hanya mencatat pertumbuhan positif, Sulawesi Utara juga berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan mencatat persentase penduduk miskin sebesar 6,32 persen, terendah di antara seluruh provinsi di Pulau Sulawesi dan berada di bawah rata-rata nasional yang mencapai 8,07 persen.


Di bawah kepemimpinan Yulius Selvanus Komaling, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menjadikan capaian tersebut sebagai pijakan untuk memperkuat pembangunan yang inklusif, merata, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat hingga ke pelosok desa, wilayah kepulauan, dan kawasan perbatasan.


Data BPS menunjukkan, dibandingkan Triwulan I-2026, ekonomi Sulut juga mengalami pertumbuhan sebesar 5,53 persen dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp55,20 triliun.


Pertumbuhan tersebut didorong oleh aktivitas ekonomi domestik yang tetap solid. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi penyumbang pertumbuhan terbesar, diikuti sektor konstruksi serta jasa kesehatan dan kegiatan sosial. Dari sisi pengeluaran, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) menjadi kontributor utama pertumbuhan sebesar 2,06 persen, mencerminkan meningkatnya investasi dan pembangunan infrastruktur di Sulawesi Utara.


Kinerja sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada Triwulan II-2026 melonjak 118,73 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, surplus perdagangan luar negeri Sulawesi Utara meningkat menjadi US$276,08 juta, memperlihatkan daya saing ekspor daerah yang semakin kuat.


Di sisi lain, penurunan angka kemiskinan menjadi indikator bahwa pertumbuhan ekonomi mulai memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat. Persentase penduduk miskin turun dari 6,62 persen pada September 2025 menjadi 6,32 persen pada Maret 2026, memperlihatkan tren perbaikan yang konsisten.


Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menegaskan bahwa arah pembangunan tidak hanya berorientasi pada tingginya angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada kualitas pertumbuhan yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, memperluas kesempatan kerja, mengurangi kemiskinan, serta memperkecil kesenjangan pembangunan antarwilayah.


Dengan fondasi ekonomi yang semakin kuat, investasi yang terus bergerak, sektor pariwisata yang bangkit, serta tingkat kemiskinan yang terus menurun, Sulawesi Utara dinilai memiliki modal besar untuk melanjutkan pembangunan menuju daerah yang lebih maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.


Momentum positif tersebut diharapkan terus terjaga melalui sinergi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, sehingga hasil pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh warga Sulawesi Utara.

👁️ Dilihat: hitwebcounter.com/
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Ekonomi Sulut Tumbuh 5,42 Persen, Kemiskinan Terendah di Sulawesi! Gubernur YSK Perkuat Pembangunan Inklusif Berbasis Rakyat

Terkini

Iklan