Postingan Populer

Total Tayangan Halaman

Iklan

Gubernur Yulius: Purna Tugas Bukan Akhir Pengabdian, PWRI Tetap Dibutuhkan Sulut

Swara Manado News
Rabu, 07 Oktober 2026, 19:56 WIB Last Updated 2026-10-07T11:56:51Z


MANADO
 - Masa purna tugas bukan berarti berakhirnya pengabdian. Pesan itu ditegaskan Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE saat menghadiri peringatan HUT ke-64 Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Rabu (7/10/2026).


Di hadapan para purnabakti aparatur negara, Yulius menegaskan pengalaman, kearifan, semangat juang dan nilai-nilai pengabdian para wredatama masih sangat dibutuhkan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.


“Atas nama Pemerintah Provinsi dan masyarakat Sulawesi Utara, saya menyampaikan selamat ulang tahun kepada segenap keluarga besar PWRI. Semoga di usia ke-64 tahun ini, PWRI semakin solid, semakin kuat, dan senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, serta terus menjadi teladan dan berperan aktif dalam pembangunan bangsa dan daerah tercinta,” ujar Yulius.


Menurut Yulius, PWRI tidak sekadar menjadi wadah berkumpulnya para pensiunan aparatur sipil negara. Organisasi tersebut merupakan rumah besar bagi para purnabakti yang telah mengabdikan sebagian besar masa hidupnya untuk pelayanan kepada negara dan masyarakat.


Karena itu, pengalaman para wredatama dinilai tetap memiliki nilai strategis meski mereka telah meninggalkan jabatan formal pemerintahan.


“Meskipun telah purna tugas dari jabatannya masing-masing, pengalaman, kearifan, semangat juang, dan nilai-nilai pengabdian yang telah tertanam selama bertahun-tahun tetap hidup dan sangat relevan dalam menjawab tantangan zaman yang kita hadapi saat ini,” katanya.


Yulius menilai masa purna bakti justru dapat menjadi babak baru untuk terus berkarya melalui pengalaman, keteladanan dan kebijaksanaan di tengah masyarakat.


Semangat tersebut sejalan dengan tema HUT ke-64 PWRI, “Satu Tekad, Satu Jiwa, Memperkokoh Solidaritas Wredatama Demi Kesejahteraan Bersama.”


Gubernur juga menegaskan komitmen Pemprov Sulut untuk terus memperhatikan kesejahteraan para pensiunan dan keluarganya melalui sinergi lintas sektor.


“Perhatian terhadap kesejahteraan para pensiunan dan keluarganya menjadi komitmen bersama yang terus kita dorong melalui sinergi lintas sektor,” tegasnya.


Dalam momentum tersebut, Pemprov Sulut turut mengapresiasi berbagai kegiatan PWRI. Di antaranya penyerahan Piagam Penghargaan kepada Keluarga Harmonis sebagai bentuk apresiasi terhadap keteladanan dalam menjaga keharmonisan dan keutuhan keluarga.


Selain itu, dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara PWRI dan Bank SulutGo (BSG). Kerja sama ini dinilai strategis untuk memperluas kemudahan layanan sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan anggota PWRI.


“Ini merupakan langkah strategis dalam upaya meningkatkan kesejahteraan anggota, memberikan kemudahan layanan, serta mendukung kualitas hidup para pensiunan di Sulawesi Utara,” ujar Yulius.


Rangkaian kegiatan juga dirangkaikan dengan penamatan Sekolah Lansia PWRI Provinsi Sulawesi Utara.


Yulius menilai keberadaan Sekolah Lansia menjadi bukti bahwa proses belajar, pengembangan diri dan produktivitas tidak mengenal batas usia.


“Sekolah lansia ini adalah teladan nyata bahwa usia senja tetap dapat dilalui dengan aktif, sehat, mandiri dan berdaya,” ungkapnya.


Lebih jauh, Yulius menyebut PWRI memiliki posisi penting sebagai bagian dari modal sosial pembangunan Sulawesi Utara. Para wredatama dinilai dapat berperan sebagai penjaga nilai-nilai moral sekaligus penghubung antargenerasi.


“Saya percaya, PWRI akan terus menjadi sumber inspirasi, penjaga nilai-nilai moral, serta jembatan penghubung yang baik antar generasi dalam membangun Sulawesi Utara yang semakin maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” kata Yulius.


Mengakhiri sambutannya, Gubernur menyampaikan penghargaan atas pengabdian para purnabakti yang telah memberikan kontribusi bagi bangsa, negara dan Sulawesi Utara.


“Terima kasih atas pengabdian dan dedikasi yang telah diberikan, serta kontribusi yang terus diberikan dalam membangun bangsa, termasuk di Bumi Nyiur Melambai yang tercinta ini,” pungkasnya.


Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Sulut Ny. Anik Yulius Selvanus, Wakil Gubernur Sulut Dr. J. Victor Mailangkay, SH, MH, Sekretaris Daerah Provinsi Sulut Tahlis Gallang, SIP, MM, Ketua Umum PWRI Sulut Drs. Ferdinand E.M. Mewengkang, MM, para bupati/wali kota, pejabat pimpinan tinggi pratama Pemprov Sulut, Tim Ahli Gubernur, jajaran Bank SulutGo, PT Taspen (Persero) Kantor Cabang Manado, serta pengurus dan anggota PWRI Sulawesi Utara.

👁️ Dilihat: hitwebcounter.com/
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Gubernur Yulius: Purna Tugas Bukan Akhir Pengabdian, PWRI Tetap Dibutuhkan Sulut

Terkini

Iklan