Postingan Populer

Total Tayangan Halaman

Iklan

Ngaku Adik Kapolda, Pria Diduga Mabuk Nyaris Tabrak Sekuriti Megamas

Swara Manado News
Sabtu, 10 Oktober 2026, 13:27 WIB Last Updated 2026-10-10T05:37:23Z

MANADO - Seorang petugas keamanan kawasan Megamas Manado berinisial RM alias Risky mengaku nyaris ditabrak mobil yang dikendarai seorang pria bernama Wiliam pada Sabtu dini hari sekitar pukul 02.30 WITA. Pengemudi tersebut juga disebut mengaku sebagai adik Kapolda Sulawesi Utara saat petugas menyinggung kemungkinan melaporkan kejadian itu kepada polisi.


Menurut keterangan Risky, perhistiwa bermula ketika mobil yang dikendarai pria tersebut diduga menabrak traffic cone dan rambu larangan di depan kantor pemasaran Megamas. Risky kemudian mengikuti kendaraan itu hingga ke sekitar Cafe Mistik untuk meminta pengemudi menurunkan kaca mobil.


Risky mengklaim pengemudi memundurkan mobil ke arahnya hingga membuatnya harus menghindar. Ia menyebut pria tersebut kemudian kembali mengejarnya menggunakan mobil hingga kawasan belakang Mie Gacoan, dekat Hotel Wish Prime.


“Dia mundurkan mobilnya lalu hendak menabrak saya. Selanjutnya saya lari dan dia mengejar dari belakang memakai mobil,” kata Risky.


Ia juga mengklaim kendaraan tersebut menabrak papan petunjuk lalu lintas dalam rangkaian kejadian itu.


“Saya terus melaju mencari rekan kerja karena hampir dia tabrak buta-buta dari belakang,” ujarnya.


Risky mengatakan pengemudi kemudian berhadapan dengan sejumlah petugas keamanan di sekitar pintu kawasan, dekat klenteng. Saat kemungkinan pelaporan kepada kepolisian disinggung, pria tersebut disebut mengaku sebagai adik Kapolda.


“Kalian mau lapor ke Kapolres dan Kapolda, ya? Saya ini adik Kapolda. Silakan lapor,” ujar Risky, menirukan ucapan pengemudi.


Selain itu, Risky mengaku mencium bau minuman keras dari napas pria tersebut. Ia juga menyebut pengemudi mengenakan kaus bertuliskan Siloam. Namun, belum ada hasil pemeriksaan resmi yang memastikan dugaan pengaruh minuman keras maupun informasi mengenai pekerjaan pengemudi.


Risky menambahkan, pengemudi sempat menyampaikan niat mengganti kerusakan fasilitas, tetapi meminta surat resmi dari kantor. Ia juga mendapat informasi dari atasannya bahwa kakak pengemudi sempat datang untuk menjemput dan meminta maaf kepada petugas keamanan. Risky mengaku tidak menyaksikan langsung peristiwa tersebut.


Terkait kendaraan, Risky menyebut mobil listrik merek Denza yang diduga digunakan dalam kejadian itu sempat ditinggalkan di kawasan Megamas, dekat lokasi yang disebut sebagai Milenium. Belum diketahui apakah kendaraan tersebut masih berada di lokasi.


Terpisah, Kamrin, ayah Risky yang disebut sebagai wartawan peliput bidang Polda Sulawesi Utara, mendesak manajemen Megamas melaporkan dugaan insiden tersebut kepada kepolisian agar dapat ditindaklanjuti.


“Saya tidak pusing mau dia adik Kapolda atau adik Presiden. Kalau ada indikasi hendak membunuh, harus diproses hukum,” tegas Kamrin.


Ia meminta dugaan tindakan yang membahayakan keselamatan anaknya diperiksa secara serius.


Hingga berita ini disusun, keterangan mengenai dugaan upaya menabrak, pengejaran menggunakan mobil, pengaruh minuman keras, serta pengakuan sebagai adik Kapolda masih berdasarkan penuturan Risky. Belum ada keterangan resmi kepolisian maupun klarifikasi dari pengemudi dan manajemen Megamas yang disertakan dalam informasi yang tersedia.


👁️ Dilihat: hitwebcounter.com/
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Ngaku Adik Kapolda, Pria Diduga Mabuk Nyaris Tabrak Sekuriti Megamas

Terkini

Iklan